Pernahkah kamu merasa rindu dengan tempat yang sederhana, tapi menyimpan pesona yang mampu menenangkan hati? Itulah yang saya rasakan setiap kali melangkahkan kaki ke Kampung Girsang . Bayangkan—hanya tujuh menit dari hiruk-pikuk Parapat, ada sebuah kampung yang terasa seperti Firdaus kecil di lereng bukit . Dari kejauhan, bukit-bukit hijau menyapa dengan lembut, sawah bertingkat seperti lukisan alam, dan dari puncak Bukit Simumbang, Danau Toba terbentang tanpa ujung, seakan sedang tersenyum pada kita. Tapi Kampung Girsang bukan hanya tentang pemandangan. Di sini, setiap jalan setapak membawa kita pada cerita—tentang leluhur yang membangun huta (kampung kecil) , tentang marsiadapari (gotong royong) yang masih hidup, tentang anak-anak yang belajar langsung dari alam dengan kaki telanjang di jalan berbatu. Saya selalu suka mengajak tamu ke Bukit Simumbang . Udaranya segar, dan seringkali saya melihat wajah wisatawan berubah—dari lelah...
Behind the beauty of Lake Toba lies a village with extraordinary potential: Girsang Village in Simalungun Regency. From here was born Girsang Candlenut Enterprise , a humble yet meaningful initiative that processes candlenut fruit into high-quality peeled candlenuts. 🌱 From Nature’s Richness to Value-Added Products The Girsang area is fertile, rich in agriculture and plantations. Candlenut trees grow abundantly here, producing nuts that were once only sold raw. Seeing this potential, the Girsang Candlenut Enterprise was established with simple yet strong goals: To increase the added value of candlenut so it can be marketed as a specialty product of Girsang. To create jobs for housewives and village youth. To bring the name of Girsang Village to the national and even international stage. 🌸 Women & Youth Empowerment What makes this initiative unique is its community-based management . Women are empowered to work from home without leaving the...
Comments
Post a Comment